tidak tahu harus kemana bertanya

02.32

ketika ada yang terbaik di masa lalu apakah bisa ada yang terbaik lagi di masa depan ? dear heart, kamu akhir-akhir ini benar-benar membuatku sekarat .. rasanya sakit .. kacau .. tidak tenang .. aku capek dipermainkan dengan perasaan penuh ketidakpastian seperti ini hiks .. diam-diam aku iri kepada orang-orang yang tidak sedang jatuh cinta .. dan bisa jujur tanpa mengecewakan siapa-siapa dan dirinya ..

my personal life

masa lalu

06.06

memainkan masa lalu adalah permainan yang menarik, kadang membuat kita bersemangat .. kadang juga mengajari kita agar tidak melakukan kesalahan yang sama, nah kalau menangis karena masa lalu diri sendiri mungkin biasa, tetapi menangis karena masa lalu orang lain ? hmm.. nampaknya baru kali ini aku menangis karena masa lalu orang lain, kenapa begitu ? karena itu masa lalu orang yang ku sayang dengan seorang gadis yang dia suka selama bertahun-tahun .. aneh ya ? gadis itu sudah tidak berarti apa-apa bagi dia sekarang ini, tapi aku masi bisa cemburu .. 

menanyakan masa lalu seseorang terkadang bisa membuat kita mengenal lebih dekat terkait seseorang itu, apa yang membuatnya sedih, apa yang membuatnya marah, apa yang membuatnya kecewa, apa yang membuatnya bahagia ... tetapi namanya juga perempuan, jangankan dengan masa lalu .. dengan perempuan lain saja kita sering insecure "kenapa aku tidak secantik dia ya?" .. tentu tidak semua perempuan seperti itu, tetapi aku jelas iya. 

mempunyai masa lalu ditinggalkan orang yang kita sayang demi perempuan lain yang lebih cantik, tentu sangat menyakitkan, dan berdampak pada apapun yang kita lakukan dimasa depan .. ditambah kenyataan seseorang yang ada di hatinya di masa lalu, adalah orang yang jauh lebih beruntung dari kamu, hidup dengan keluarga berkecukupan dan berpendidikan. sementara kamu mati-matian memperjuangakan itu ? sedih dan takut dia muncul dimasa depan sementara kamu tidak setara dengan perempuan masa lalu nya ? jelas iya. hiks.

LUCK AND RISK : PSYCHOLOGY OF MONEY BAGIAN 4

01.42

apakah bisnis yang gagal tidak berusaha cukup keras? apakah investasi yang buruk tidak dipikirkan dengan cukup baik? apakah karir yang tidak tercapai karena kita malas dan leyeh-leyeh saja? terkadang iya. tentu saja. tapi berapa nilainya? sangat sulit untuk dihitung. segala sesuatu yang layak untuk diperjuangkan memiliki peluang kurang dari 100% untuk berhasil, dan risiko adalah apa yang terjadi ketika kita berada disisi lain equation itu. sama seperti keberuntungan, sangat kompleks untuk ditelusuri. 

disana penulis juga bercerita ketika dia membeli saham, dan lima tahun kemudian saham itu tidak ada dimana-mana. mungkin dia membuat keputusan yang buruk dengan membelinya. mungkin juga dia membuat keputusan bagus yang memiliki peluang 80% untuk menghasilkan uang, dan kebetulan saja berada disisi 20% yang malang. bagaimana dia tahu yang mana? apakah dia membuat kesalahan atau baru saja mengalami realitas resiko?

sebenarnya sangat memungkinkan mengukur secara statistik apakah beberapa keputusan itu bijaksana atau tidak, namun didunia ini, dari hari ke hari, itu terlalu sulit dilakukan. banyak orang lebih suka cerita sederhana yang mudah tetapi seringkali menyesatkan. 

setelah menghabiskan waktu bertahun-tahun di sekitar investor dan pemimpin bisnis, penulis menyadari bahwa kegagalan orang lain biasanya dikaitkan dengan keputusan yang buruk, sementara ketika investor tersebut mengalami kegagalan sendiri biasanya dikaitkan dengan sisi gelap risiko. sehingga ketika cara pandang kita terhadap keberuntungan dan resiko adalah sama besarnya maka kita akan menyadari kesuksesan finansial baik diri kita sendiri maupun orang lain tidak pernah sebaik atau seburuk kelihatannya. 

banyak sekali diantara kita selalu bertanya : 

strategi investasi apa yang berhasil? mana yang tidak?

strategi bisnis apa yang berhasil? mana yang tidak?

bagaimana caranya menjadi kaya? dan bagaimana menghindari kemiskinan?

kebanyakan dari kita akan cenderung mempelajari ini dengan mengamati keberhasilan dan kegagalan orang disekitar kita, kemudian kita cenderung "melakukan apa yang dia lakukan, dan menghindari apa yang dia lakukan"

jika kita memiliki tongkat ajaib, kita akan mengetahui dengan tepat berapa proporsi dari hasil yang disebabkan oleh tindakan yang berulang vs peran resiko dan keberuntungan acak yang mempengaruhi hasil dari tindakan tersebut, tapi kita tidak memiliki tongkat tersebut dan hanya memiliki otak yang lebih menyukai jawaban yang mudah tanpa banyak selera akan nuansa. hiks.

tetapi ada dua hal yang dapat mengarahkan kita ke arah yang lebih baik

pertama : be careful who you praise and admire, be careful who you look down upon and wish to avoid becoming or just be careful when assuming that 100% of outcomes can be attributed to effort and decisions.

beberapa orang dilahirkan dalam keluarga yang mendorong pendidikan, sementara yang lain menentangnya. beberapa terlahir dalam ekonomi berkembang yang mendorong kewirausahaan, yang lainnya lahir dalam perang dan kemelaratan. sadari bahwa tidak semua kesuksesan adalah karena kerja keras, dan tidak semua kemiskinan disebabkan oleh kemalasan. ingatlah hal ini saat akan menilai orang lain, termasuk diri anda sendiri.

kedua : focus less on specific individuals and case studies and more on broad patterns.

mempelajari orang tertentu bisa berbahaya karena kita cenderung mempelajari contoh-contoh ekstrem seperti para miliarder, CEO, atau kegagalan besar-besaran yang mendominasi berita dan contoh ekstrem seringkali paling tidak dapat diterapkan pada situasi lain mengingat kompleksitasnya. semakin ekstrim hasilnya, semakin kecil kemungkinan kita dapat menerapkan pelajarannya pada kehidupan kita. sebaliknya semakin umum polanya, semakin mudah kita menerapkan. 

kesimpulan dalam chapter ini adalah kita harus mengenali dengan baik peran keberuntungan dalam kesuksesan dan peran risiko dalam kegagalan, sehingga kita mempunyai cukup ruang dalam menilai sesuatu. 

luck and risk : psychology of money bagian 3

00.42

Tidak ada yang sebaik dan seburuk yang terlihat, keberuntungan dan risiko adalah family .. saudara, keberuntungan dan risiko merupakan kenyataan bahwa setiap hasil dalam hidup bukan hanya dari kekuatan dalam setiap individu, tetapi selalu ada faktor lainnya. keberuntungan dan risiko dua-duanya sangat mirip sehingga kita tidak dapat mempercayai yang satu tanpa saling menghormati yang lain. Keduanya terjadi karena dunia terlalu kompleks untuk memungkinkan 100% usaha kita menentukan 100% hasil yang akan kita dapatkan. 

Dalam buku ini housel menceritakan Bill Gates yang beruntung bisa bersekolah di salah satu SMP yang memiliki komputer, Lakeside School. di sekolah tersebut Bill Gates mempunyai sahabat namanya Paul Allen dan guru matematika bernama Bill Dougall, pada saat jam pelajaran Bill Dougal pernah berkata "studi buku tidak akan pernah cukup tanpa pengalaman nyata". Gates pada waktu itu berusia 13 tahun. Pelajaran komputer di Lakeside bukan bagian dari kurikulum, namun program studi mandiri, biasanya Bill dan Paul bermain komputer di waktu senggang, sepulang sekolah, diakhir pekan hingga larut malam dan membiarkan kreativitas mereka menjadi liar. Gates sangat pintar dan pekerja keras, dan sebagai seorang remaja dia mempunyai visi yang bahkan tidak dapat dipahami oleh sebagian besar CEO berpengalaman, disisi lain Gates juga merupakan orang yang beruntung karena 1:300 sekolah dia memilih Lakeside dan bertemu dengan Bill Dougal, oh iya, pertama kali di Lakeside ada komputer itu berkat Bill Dougal yang menjual barang-barang bekas di sekolah tersebut untuk membeli satu komputer. "Jika tidak ada Lakeside, tidak akan ada Microsoft" Gates selalu berkata seperti itu. 

Disisi lain di Lakeside juga ada seseorang bernama Kent Evans, teman baik Bill Gates juga saat mereka kelas 8, dan Evans adalah siswa terbaik di kelas nya waktu itu. Bill dan Evans sangat sering berkomunikasi via telefon. Kent juga selalu unik, membawa tas besar ala-ala pengacara setiap ke sekolah, dan biasanya ngobrol-ngobrol riangan dengan Bill Gates sebelum pelajaran dimulai seperti "kira-kira lima atau enam tahun ke depan apa ya yg akan kita lakukan? apa kita harus jadi CEO? kira-kira apa impact seperti apa yang akan kita tinggalkan? atau kita jadi masyarakat biasa saja? atau jadi duta besar?" apapun itu Bill dan Evans sudah sepakat akan memperjuangkannya bersama-sama. Kemudian Bill Gates melanjutkan "sebenarnya bisa saja Evans menjadi mitra pendiri Microsoft bersama saya dan Allen, tetapi itu tidak mungkin bisa terjadi karena Kent meninggal dalam kecelakaan pendakian gunung pada saat liburan SMA sebelum lulus". hiks. 

Bill Gates mengalami satu dari sejuta keberuntungan bisa bersekolah di Lakeside, Kent Evans mengalami risiko satu dari sejuta kemungkinan terbunuh selama pendakian sehingga tidak pernah bisa menyelesaikan apa yang ingin dia dan Gates capai .. gaya yang sama .. besarnya sama.. bekerja dalam arah yang berlawanan...

Keberuntungan dan risiko adalah kenyataan bahwa setiap hasil dalam hidup dipandu oleh suatu energi  selain dari upaya dari individu itu sendiri ... untuk setiap Bill Gates, ada Kent Evans yang sama terampil dan bersemangatnya tetapi berakhir di sisi lain kehidupan rolet.. sad but true..

the type of home that's right for me

19.56

Hello INTJ over the world (also me) hahaha you're intelligent but reserved, and you love to analyze the future possibilities to see what suits you best. You have a bit of a creative side that is often overlooked, but your heart fixates on having a plan and having stucture that is also beautiful in its own right. An Art Deco style home would be a great fit. Though these architecture styles are usually found in office buildings or movie theaters, there are still homes that adapt to this particular aesthetic. Art Deco focuses on geometric shapes and the mathematical fascination behind architecture. While clean and bold lines are present, it's also not uncommon to see zigzag or chevron patterns interwoven. People note that Art Deco styles tent to blur the lines between science and art, and with your love for both of these, it only makes sense that you would feel at home! yey!

no one's crazy : the psychology of money bagian 2

01.07

Pada bagian ini Housel mengajarkan kita agar kita lebih bijak dan tidak menghakimi dalam menilai bagaimana kita mengatur uang dibandingkan dengan bagaimana orang lain mengatur uang. Orang-orang dari generasi yang berbeda, dibesarkan oleh orang tua berbeda yang memperoleh pendapatan berbeda dan memegang nilai-nilai yang berbeda, ekonomi yang berbeda, pasar kerja dengan insentif yang berbeda, dan tingkat keberuntungan yang berbeda plus pola belajar yang sangat berbeda.

Setiap orang memiliki pengalaman unik mereka masing-masing, dan apa yang kita alami lebih menarik daripada apa yang kita pelajari, jadi kita semuanya sebenarnya telah menjalani hidup pada serangkaian pandangan tentang bagaimana uang bekerja yang sangat bervariasi dari orang ke orang. Apa yang nampaknya gila bagi beberapa orang mungkin masuk akal bagi beberapa orang lainnya.

Orang yang dibesarkan dalam kemiskinan lebih banyak berfikir tentang risiko dan imbalan dengan cara yang tidak dapat dipahami oleh anak seorang pegawai bank, sementara orang yang tumbuh saat inflasi tinggi mengalami sesuatu yang tidak pernah bisa dibayangkan oleh orang-orang dengan ekonomi stabil. Orang australia yang tidak pernah mengalami resesi selama 30 tahun telah mengalami sesuatu yang tidak pernah dialami oleh orang amerika.. dan masih banyak lagi pengalaman-pengalaman lainnya.

disana Housel juga menceritakan tentang seorang anak yang sangat kaya (John H. Kennedy), dia dari kecil dibesarkan oleh keluarga yang sangat kaya, dan tidak mengenal depresi sama sekali kecuali membacanya dibuku saat sekolah di Harvard. John mengatakan "saya mungkin bisa membaca tentang bagaimana rasanya depresi saat kehilangan segalanya, tetapi saya tidak pernah mempunyai luka emosional seperti mereka yang benar-benar mengalaminya, dan orang-orang tersebut juga tidak akan dapat memahami juga mengapa orang seperti saya bisa berpuas diri tentang hal-hal seperti memiliki saham. kami melihat dunia melalui lensa yang berbeda"

disana penulis juga menceritakan seorang perempuan yang bekerja di sebuah toko yang dijuluki "toko keringat" karena toko tersebut memiliki jam kerja panjang, kondisi kerja buruk, dan upah yang kecil, tapi perempuan tersebut bertahan kerja disana, kenapa? karena sebelumnya dia bekerja sebagai pelacur, jadi dalam sudut pandang wanita tersebut dia menemukan peningkatan kerja karena diekploitasi oleh bos kapitalis jauh lebih baik dari pada tubuhnya diekploitasi beberapa pria untuk mendapatkan uang.

cerita cerita ini adalah contoh bagaimana pengalaman yang berbeda dapat menghasilkan pandangan yang sangat berbeda dalam topik yang menurut satu pihak seharusnya hitam dan putih. setiap keputusan keuangan yang dibuat seseorang, masuk akal bagi mereka pada saat itu dan mencentang kotak yang perlu mereka centang. dalam hati setiap orangmereka selalu memahami mengapa mereka mengambil keputusan dengan setiap pengalaman unik mereka sendiri. 

to be continue ..

the psychology of money : morgan housel

05.13

uda lama ga baca buku, akhirnya nemu buku bagus, baca buku ini karena jujur banyak banget masalah financial, semakin bertambah usia kita semakin gabisa leha-leha pemirsa, banyak banget ekspektasi org tua yang berfikir jika lulus kuliah kita akan kaya, ternyata ijazah gabakal pernah bisa membuatmu kaya 100% dari perekonomianmu semula, mungkin hanya akan menambah 30%, 70% nya kita harus benar-benar menerapkan berbagai ilmu .. kadang aku merasa sedih melihat org tuaku yg tidak kaya berharap kaya setelah menyekolahkanku.. tapi membuat mereka bahkan aku kaya saja aku tidak bisa hiks :( .. maka yuk sama-sama belajar menjadi kaya walo diluar bangku sekolah .. smangat !

jadi buku pertama yang aku baca sambil belajar financial adalah bukunya morgan housel judulnya psychology of money .. btw aku sudah setahun ga pernah beli buku .. karena uangku harus ku puter jadi modal (next chapter aku bakal cerita).. jadi bukubuku bagus tidak bisa ku pegang lagi, tapi gapapa alhamdulillah aku dapat e-booknya, berikut isinya ..

awal-awal penulis menulis dia adalah seorg kariawan di sebuah hotel yang selalu kedatangan tamu-tamu dengan finansial yang baik, salah satunya yang sering kesana adalah tamu yang sangat kaya. uangnya banyak sekali! saking banyaknya kadang dia menyuruh salah satu kariwan buat menukar uang kertasnya jadi 1000 uang koin, kemudian 1000 koin tersebut dilempar-lemparkan ke laut untuk bersenang-senang dengan temannya, kadang dia juga merusakkan lampu hotel, dan manajer menegurnya "jika kamu memecahkan lampu hotel maka kamu harus menggantinya 500 dolar", kemudian dia menjawab manager tersebut "ini 5000 dolar ambil aja dan jangan pernah meremehkanku lagi" ... 10 tahun kemudian orang kaya tersebut jatuh miskin.

premis dari buku tersebut adalah "a genius who loses control of their emotions can be a financial disaster, the opposite is also true : ordinary folks with no financial education can be wealthy if they have a handful of behavioral skills that have nothing to do with formal measures of intelligence" artinya kurang lebih seorang jenius yang kehilangan kendali atas emosinya bisa menjadi bencana finansial, kebalikannya juga benar, org biasa tanpa pendidikan finansial bisa menjadi kaya jika mereka memiliki sedikit ketrampilan perilaku yang tidak ada hubungannya dengan ukuran kecerdasan formal.

kebanyakan dari kita mempelajari uang seperti rumus fisika dengan aturan dan hukumnya namun jarang sekali dari kita yang mempelajari uang dari segi psikologi dengan dasar emosi dan nuansa. Insinyur dapat menentukan penyebab runtuhnya jembatan karena ada kesepakatan bahwa jika sejumlah gaya diterapkan pada area tertentu, area tersebut akan rusak. Fisika tidak kontroversial. Itu dipandu oleh hukum. Keuangan berbeda. Ini dipandu oleh perilaku orang. Dan bagaimana setiap orang berperilaku mungkin masuk akal bagi saya tetapi terlihat gila bagi yang lain. 

semakin penulis mempelajari dan menulis tentang krisis keuangan, semakin dapat dipahami bahwa mempelajari keuangan lebih baik dipahami melalui lensa psikologis dan sejarah, bukan keuangan. Untuk memahami mengapa orang terjerat hutang, kita tidak perlu mempelajari suku bunga, yang kita perlu pelajari adalah sejarah keserakahan, ketidakamanan, dan optimisme. Untuk mengetahui mengapa investor menjual beberapa aset dipasar beruang, kita tidak perlu mempelajari matematika dari pengembalian yang diharapkan di masa depan, tetapi kita perlu memikirkan penderitaan melihat keluarga kita dan bertanya-tanya apakah investasi kita akan membahayakan masa depan mereka.

i love Voltaire's observation that "history never repeats itself, man always does." it applies so well to how we behave with money.

to be continue ...