i go to places

gramedia setelah sekian purnama

21.48

Buku adalah teman baik yang sering kulupakan belakangan ini, jadi uda hampir 1-2 tahun tidak beli buku apapun karena masih banyak sekali buku yang kubeli dan tidak terbaca, kemudian buku-buku import yang bagus akhir-akhir ini harganya juga lumayan mahal, jadi lebi memilih membaca review/rangkuman bukunya saja dari pada membeli karena tahun ini kalo ada uang lebih selalu aku alokasikan buat kulakan beberapa skincare hihihi ... gapernah nyangka kalo tahun 2020/2021 aku memulai usaha skincare - menjadi reviewer skincare, benar-benar gak ada bayangan dan asik juga ternyata .. sampai-sampai aku lupa beberapa hal yang aku pikir aku banget, contohnya dulu aku hampir setiap weekend aku foto-foto, karena itu menyenangkan walaupun tidak menghasilkan uang aku seperti menghasilkan karya .. dan aku sempat punya prinsip foto-foto estetik yang niat itu gaharus pas kita nikah aja, karena nikah benar-benar gak pasti, atau pas wisuda aja, atau pas hari spesial aja .. kita bisa menciptakan momen spesial setiap hari kapanpun kita mau, dan dulu rasanya seneng bisa ngeliat foto diri sendiri dari bulan ke bulan ... tahun ke tahun .. rasanya kayak tidak menyia-nyiakan satu waktu pun. tapi kita pasti berubah dan itu benar, akhir tahun 2019 aku mulai sibuk ingin bereksperiment yaitu kayak buat formula-formula ringan masker wajah, dan respondnya baik, aku seperti senang ... ketika membutuhkan uang aku tidak harus menunggu tanggal satu, nah dari situ selain belajar formula aku jadi dipaksa belajar marketing juga .. dan itu membuatku sibuk sampai saat ini.. akhirnya jadi jarang membaca hiburan wkwkwk..

karena bulan kemarin akhirnya targetku terpenuhi mengumpulkan 20 juta dari 1 juta, waw gak nyangka ... akhirnya aku kayak mau istirahat sebentar ..aku pengen baca/nonton/belajar yang non marketing buat hiburan ... karena persoalan percintaanku juga rumit hihihi ... akhirnya aku keinget raditya dika kan .. aku dulu suka banget sama karya-karya raditya, mungkin karena dia capricorn juga jadi kalo baca bukunya aku jadi merasa satu pemikiran hihhi + raditya dika itukan sering patah hati, sama kayak aku wkwkw ... jadi aku kayak cocok banget sama tulisan-tulisannya ! tiba-tiba aku kangen banget sama karyanya, nah aku list buku-bukunya, ternyata aku gak punya satu buku terakhirnya yang judulnya ubur-ubur lembur .. oke cuss besok harus beli! Akhirnya setelah hampir 2 tahun gak pernah beli buku, aku ke toko buku juga!

Biasanya aku pergi kemana-mana sendirian, tapi kali ini kayaknya aku pengen ada temennya biar bisa diajak ngobrol dan saling merekomendasikan, nah mas gebetan yang kutaksir itu dia pinter banget, hampir tahu semua referensi, sayangnya aku gak tahu dia itu yakin engga sama aku hiks, jadi kadang dia ada banget buat ndengerin aku atau ngasih cerita ke aku, tapi kadang kayak ilang ditelan bumi .. aku sebenernya uda bisa move on dan mulai suka sama dia, cuma aku takut kalo kedalaman bakalan sakit hehe, jadi aku syukuri aja sampai saat ini masi ada cowo yang perhatian ke ogut walo kadang ada kadang engga, gaberani berekspektasi apa-apa. nah diminggu ini kayaknya mungkin dia sibuk karena tidak kasih kabar, makanya aku ngajak mahasiswa aja buat jalan-jalan. enaknya jadi preceptor itu teman mahasiswanya jadi banyak, dan mahasiswa selalu punya waktu buat main, jadi asik dijadikan teman yey ! secara diumur 29 thn an ini banyak teman-teman ogut yang sudah menikah dan punya anak, jadinya pasti agak sedikit rempong kalo diajak main hihihi

Nah aku itu INTJ tahukan INTJ itu bisa banget berubah haluan secepat malaikat maut waktu datang wkwkwk jadi kepribadian INTJ itu orangnya benar-benar terencana hidupnya tetapi juga sangat spontan hihihi, jadi bangun tidur pagi-pagi langsung ngechat mahasiswa namanya dewi, anggap aja teman ya,

"wi hari ini ada agenda apa?"

"kosong mba"

"ke gramed yuk !"

"cuss mba!"

mantap jiwa ! semudah itu guys kalo mau jalan-jalan sama mahasiswa, karena sekali lagi mahasiswa selalu punya waktu buat main yey! nah dari dewi ini aku jadi tahu kalo gramedia ternyata ada di depan pasar besar, aku pikir selama ini di matos aja hehehe. awalnya kita ke gramedia matos, karenakan enak di mall, habis belanja buku kita bisa main-main gitu, ternyata disana uda gak ada lagi buku raditya dika hiks, sedih banget!

"masa gak ada sih mba?"

"iya mba soalnya bukunya uda lama juga kan ya?"

"hmm ... mba bisa cek kan gak kalo di gramedia depan pasar besar ada tidak ya stocknya?"

"bisa mba sebentar ya, ooh ada, masi ada 7 bukunya disana mba"

"waaah makasi mba!"

akhirnya aku, dewi dan riri kesana, fyi ini pertama kalinya aku ke gramedia pusatnya malang, lumayan gede guys, tapi perasaanku suasanya tua dan gak nyaman hihihihi. waah sampai sana aku sudah tidak tahan ingin banget beli bukunya daaaaaannnn .....

"raditya dika kan uda lama banget gak nulis buku kak, jadi uda gak ada lagi bukunya disini"

"tadi katanya ada mba ..."

"stok fisik sering gak sama dengan stok sistem memang kak"

hiks #patahhati ... tahu gitu kayak mending gausah kesini ... dan dimatos aja, parkir mobil mahal guys wkwkwk

nah daripada pulang dengan tangan kosong, yauda liat-liat buku aja, siapa tahu ada yang nyantol. pas liat-liat tiba-tiba disapa drg. Via

"Chiiii !"

"wah dokter, lagi cari buku apa dok?"

"gatau juga nih, lagi nganterin anak-anak, liat-liat dulu mungkin, btw penulis kesukaanmu udah gak pernah nulis buku lagi chi?"

"iya dok, sedih banget ... mungkin sedang gak ada inspirasi hiks"

inti ceritanya sama drg. Via ini direkomendasikan beberapa buku, akhirnya aku beli wkwkw dan habis sekitar 439000 dapet 5 buku, wkwkwk gakerasa banget ngabisin uang setengah juta, semoga bukunya kebaca, amiiin dan itu belum ditambah buku raditya dika yang pasti bakal aku beli online aja guys!

btw aku agak sedih sama gramedia, harusnya walopun raditya dika uda ganulis buku lagi, buku lama-lamanya harusnya tetep in stock, karena ada beberapa customer yang seperti ogut, release bukunya kapan baru akan membeli kapan, karena ogut ini tipetipe manusia retro memang, lebi suka menikmati karya-karya lama karena ada unsur kangennya gitu ferguso~

tidak tahu harus kemana bertanya

02.32

ketika ada yang terbaik di masa lalu apakah bisa ada yang terbaik lagi di masa depan ? dear heart, kamu akhir-akhir ini benar-benar membuatku sekarat .. rasanya sakit .. kacau .. tidak tenang .. aku capek dipermainkan dengan perasaan penuh ketidakpastian seperti ini hiks .. diam-diam aku iri kepada orang-orang yang tidak sedang jatuh cinta .. dan bisa jujur tanpa mengecewakan siapa-siapa dan dirinya ..

my personal life

masa lalu

06.06

memainkan masa lalu adalah permainan yang menarik, kadang membuat kita bersemangat .. kadang juga mengajari kita agar tidak melakukan kesalahan yang sama, nah kalau menangis karena masa lalu diri sendiri mungkin biasa, tetapi menangis karena masa lalu orang lain ? hmm.. nampaknya baru kali ini aku menangis karena masa lalu orang lain, kenapa begitu ? karena itu masa lalu orang yang ku sayang dengan seorang gadis yang dia suka selama bertahun-tahun .. aneh ya ? gadis itu sudah tidak berarti apa-apa bagi dia sekarang ini, tapi aku masi bisa cemburu .. 

menanyakan masa lalu seseorang terkadang bisa membuat kita mengenal lebih dekat terkait seseorang itu, apa yang membuatnya sedih, apa yang membuatnya marah, apa yang membuatnya kecewa, apa yang membuatnya bahagia ... tetapi namanya juga perempuan, jangankan dengan masa lalu .. dengan perempuan lain saja kita sering insecure "kenapa aku tidak secantik dia ya?" .. tentu tidak semua perempuan seperti itu, tetapi aku jelas iya. 

mempunyai masa lalu ditinggalkan orang yang kita sayang demi perempuan lain yang lebih cantik, tentu sangat menyakitkan, dan berdampak pada apapun yang kita lakukan dimasa depan .. ditambah kenyataan seseorang yang ada di hatinya di masa lalu, adalah orang yang jauh lebih beruntung dari kamu, hidup dengan keluarga berkecukupan dan berpendidikan. sementara kamu mati-matian memperjuangakan itu ? sedih dan takut dia muncul dimasa depan sementara kamu tidak setara dengan perempuan masa lalu nya ? jelas iya. hiks.

LUCK AND RISK : PSYCHOLOGY OF MONEY BAGIAN 4

01.42

apakah bisnis yang gagal tidak berusaha cukup keras? apakah investasi yang buruk tidak dipikirkan dengan cukup baik? apakah karir yang tidak tercapai karena kita malas dan leyeh-leyeh saja? terkadang iya. tentu saja. tapi berapa nilainya? sangat sulit untuk dihitung. segala sesuatu yang layak untuk diperjuangkan memiliki peluang kurang dari 100% untuk berhasil, dan risiko adalah apa yang terjadi ketika kita berada disisi lain equation itu. sama seperti keberuntungan, sangat kompleks untuk ditelusuri. 

disana penulis juga bercerita ketika dia membeli saham, dan lima tahun kemudian saham itu tidak ada dimana-mana. mungkin dia membuat keputusan yang buruk dengan membelinya. mungkin juga dia membuat keputusan bagus yang memiliki peluang 80% untuk menghasilkan uang, dan kebetulan saja berada disisi 20% yang malang. bagaimana dia tahu yang mana? apakah dia membuat kesalahan atau baru saja mengalami realitas resiko?

sebenarnya sangat memungkinkan mengukur secara statistik apakah beberapa keputusan itu bijaksana atau tidak, namun didunia ini, dari hari ke hari, itu terlalu sulit dilakukan. banyak orang lebih suka cerita sederhana yang mudah tetapi seringkali menyesatkan. 

setelah menghabiskan waktu bertahun-tahun di sekitar investor dan pemimpin bisnis, penulis menyadari bahwa kegagalan orang lain biasanya dikaitkan dengan keputusan yang buruk, sementara ketika investor tersebut mengalami kegagalan sendiri biasanya dikaitkan dengan sisi gelap risiko. sehingga ketika cara pandang kita terhadap keberuntungan dan resiko adalah sama besarnya maka kita akan menyadari kesuksesan finansial baik diri kita sendiri maupun orang lain tidak pernah sebaik atau seburuk kelihatannya. 

banyak sekali diantara kita selalu bertanya : 

strategi investasi apa yang berhasil? mana yang tidak?

strategi bisnis apa yang berhasil? mana yang tidak?

bagaimana caranya menjadi kaya? dan bagaimana menghindari kemiskinan?

kebanyakan dari kita akan cenderung mempelajari ini dengan mengamati keberhasilan dan kegagalan orang disekitar kita, kemudian kita cenderung "melakukan apa yang dia lakukan, dan menghindari apa yang dia lakukan"

jika kita memiliki tongkat ajaib, kita akan mengetahui dengan tepat berapa proporsi dari hasil yang disebabkan oleh tindakan yang berulang vs peran resiko dan keberuntungan acak yang mempengaruhi hasil dari tindakan tersebut, tapi kita tidak memiliki tongkat tersebut dan hanya memiliki otak yang lebih menyukai jawaban yang mudah tanpa banyak selera akan nuansa. hiks.

tetapi ada dua hal yang dapat mengarahkan kita ke arah yang lebih baik

pertama : be careful who you praise and admire, be careful who you look down upon and wish to avoid becoming or just be careful when assuming that 100% of outcomes can be attributed to effort and decisions.

beberapa orang dilahirkan dalam keluarga yang mendorong pendidikan, sementara yang lain menentangnya. beberapa terlahir dalam ekonomi berkembang yang mendorong kewirausahaan, yang lainnya lahir dalam perang dan kemelaratan. sadari bahwa tidak semua kesuksesan adalah karena kerja keras, dan tidak semua kemiskinan disebabkan oleh kemalasan. ingatlah hal ini saat akan menilai orang lain, termasuk diri anda sendiri.

kedua : focus less on specific individuals and case studies and more on broad patterns.

mempelajari orang tertentu bisa berbahaya karena kita cenderung mempelajari contoh-contoh ekstrem seperti para miliarder, CEO, atau kegagalan besar-besaran yang mendominasi berita dan contoh ekstrem seringkali paling tidak dapat diterapkan pada situasi lain mengingat kompleksitasnya. semakin ekstrim hasilnya, semakin kecil kemungkinan kita dapat menerapkan pelajarannya pada kehidupan kita. sebaliknya semakin umum polanya, semakin mudah kita menerapkan. 

kesimpulan dalam chapter ini adalah kita harus mengenali dengan baik peran keberuntungan dalam kesuksesan dan peran risiko dalam kegagalan, sehingga kita mempunyai cukup ruang dalam menilai sesuatu. 

luck and risk : psychology of money bagian 3

00.42

Tidak ada yang sebaik dan seburuk yang terlihat, keberuntungan dan risiko adalah family .. saudara, keberuntungan dan risiko merupakan kenyataan bahwa setiap hasil dalam hidup bukan hanya dari kekuatan dalam setiap individu, tetapi selalu ada faktor lainnya. keberuntungan dan risiko dua-duanya sangat mirip sehingga kita tidak dapat mempercayai yang satu tanpa saling menghormati yang lain. Keduanya terjadi karena dunia terlalu kompleks untuk memungkinkan 100% usaha kita menentukan 100% hasil yang akan kita dapatkan. 

Dalam buku ini housel menceritakan Bill Gates yang beruntung bisa bersekolah di salah satu SMP yang memiliki komputer, Lakeside School. di sekolah tersebut Bill Gates mempunyai sahabat namanya Paul Allen dan guru matematika bernama Bill Dougall, pada saat jam pelajaran Bill Dougal pernah berkata "studi buku tidak akan pernah cukup tanpa pengalaman nyata". Gates pada waktu itu berusia 13 tahun. Pelajaran komputer di Lakeside bukan bagian dari kurikulum, namun program studi mandiri, biasanya Bill dan Paul bermain komputer di waktu senggang, sepulang sekolah, diakhir pekan hingga larut malam dan membiarkan kreativitas mereka menjadi liar. Gates sangat pintar dan pekerja keras, dan sebagai seorang remaja dia mempunyai visi yang bahkan tidak dapat dipahami oleh sebagian besar CEO berpengalaman, disisi lain Gates juga merupakan orang yang beruntung karena 1:300 sekolah dia memilih Lakeside dan bertemu dengan Bill Dougal, oh iya, pertama kali di Lakeside ada komputer itu berkat Bill Dougal yang menjual barang-barang bekas di sekolah tersebut untuk membeli satu komputer. "Jika tidak ada Lakeside, tidak akan ada Microsoft" Gates selalu berkata seperti itu. 

Disisi lain di Lakeside juga ada seseorang bernama Kent Evans, teman baik Bill Gates juga saat mereka kelas 8, dan Evans adalah siswa terbaik di kelas nya waktu itu. Bill dan Evans sangat sering berkomunikasi via telefon. Kent juga selalu unik, membawa tas besar ala-ala pengacara setiap ke sekolah, dan biasanya ngobrol-ngobrol riangan dengan Bill Gates sebelum pelajaran dimulai seperti "kira-kira lima atau enam tahun ke depan apa ya yg akan kita lakukan? apa kita harus jadi CEO? kira-kira apa impact seperti apa yang akan kita tinggalkan? atau kita jadi masyarakat biasa saja? atau jadi duta besar?" apapun itu Bill dan Evans sudah sepakat akan memperjuangkannya bersama-sama. Kemudian Bill Gates melanjutkan "sebenarnya bisa saja Evans menjadi mitra pendiri Microsoft bersama saya dan Allen, tetapi itu tidak mungkin bisa terjadi karena Kent meninggal dalam kecelakaan pendakian gunung pada saat liburan SMA sebelum lulus". hiks. 

Bill Gates mengalami satu dari sejuta keberuntungan bisa bersekolah di Lakeside, Kent Evans mengalami risiko satu dari sejuta kemungkinan terbunuh selama pendakian sehingga tidak pernah bisa menyelesaikan apa yang ingin dia dan Gates capai .. gaya yang sama .. besarnya sama.. bekerja dalam arah yang berlawanan...

Keberuntungan dan risiko adalah kenyataan bahwa setiap hasil dalam hidup dipandu oleh suatu energi  selain dari upaya dari individu itu sendiri ... untuk setiap Bill Gates, ada Kent Evans yang sama terampil dan bersemangatnya tetapi berakhir di sisi lain kehidupan rolet.. sad but true..

the type of home that's right for me

19.56

Hello INTJ over the world (also me) hahaha you're intelligent but reserved, and you love to analyze the future possibilities to see what suits you best. You have a bit of a creative side that is often overlooked, but your heart fixates on having a plan and having stucture that is also beautiful in its own right. An Art Deco style home would be a great fit. Though these architecture styles are usually found in office buildings or movie theaters, there are still homes that adapt to this particular aesthetic. Art Deco focuses on geometric shapes and the mathematical fascination behind architecture. While clean and bold lines are present, it's also not uncommon to see zigzag or chevron patterns interwoven. People note that Art Deco styles tent to blur the lines between science and art, and with your love for both of these, it only makes sense that you would feel at home! yey!

no one's crazy : the psychology of money bagian 2

01.07

Pada bagian ini Housel mengajarkan kita agar kita lebih bijak dan tidak menghakimi dalam menilai bagaimana kita mengatur uang dibandingkan dengan bagaimana orang lain mengatur uang. Orang-orang dari generasi yang berbeda, dibesarkan oleh orang tua berbeda yang memperoleh pendapatan berbeda dan memegang nilai-nilai yang berbeda, ekonomi yang berbeda, pasar kerja dengan insentif yang berbeda, dan tingkat keberuntungan yang berbeda plus pola belajar yang sangat berbeda.

Setiap orang memiliki pengalaman unik mereka masing-masing, dan apa yang kita alami lebih menarik daripada apa yang kita pelajari, jadi kita semuanya sebenarnya telah menjalani hidup pada serangkaian pandangan tentang bagaimana uang bekerja yang sangat bervariasi dari orang ke orang. Apa yang nampaknya gila bagi beberapa orang mungkin masuk akal bagi beberapa orang lainnya.

Orang yang dibesarkan dalam kemiskinan lebih banyak berfikir tentang risiko dan imbalan dengan cara yang tidak dapat dipahami oleh anak seorang pegawai bank, sementara orang yang tumbuh saat inflasi tinggi mengalami sesuatu yang tidak pernah bisa dibayangkan oleh orang-orang dengan ekonomi stabil. Orang australia yang tidak pernah mengalami resesi selama 30 tahun telah mengalami sesuatu yang tidak pernah dialami oleh orang amerika.. dan masih banyak lagi pengalaman-pengalaman lainnya.

disana Housel juga menceritakan tentang seorang anak yang sangat kaya (John H. Kennedy), dia dari kecil dibesarkan oleh keluarga yang sangat kaya, dan tidak mengenal depresi sama sekali kecuali membacanya dibuku saat sekolah di Harvard. John mengatakan "saya mungkin bisa membaca tentang bagaimana rasanya depresi saat kehilangan segalanya, tetapi saya tidak pernah mempunyai luka emosional seperti mereka yang benar-benar mengalaminya, dan orang-orang tersebut juga tidak akan dapat memahami juga mengapa orang seperti saya bisa berpuas diri tentang hal-hal seperti memiliki saham. kami melihat dunia melalui lensa yang berbeda"

disana penulis juga menceritakan seorang perempuan yang bekerja di sebuah toko yang dijuluki "toko keringat" karena toko tersebut memiliki jam kerja panjang, kondisi kerja buruk, dan upah yang kecil, tapi perempuan tersebut bertahan kerja disana, kenapa? karena sebelumnya dia bekerja sebagai pelacur, jadi dalam sudut pandang wanita tersebut dia menemukan peningkatan kerja karena diekploitasi oleh bos kapitalis jauh lebih baik dari pada tubuhnya diekploitasi beberapa pria untuk mendapatkan uang.

cerita cerita ini adalah contoh bagaimana pengalaman yang berbeda dapat menghasilkan pandangan yang sangat berbeda dalam topik yang menurut satu pihak seharusnya hitam dan putih. setiap keputusan keuangan yang dibuat seseorang, masuk akal bagi mereka pada saat itu dan mencentang kotak yang perlu mereka centang. dalam hati setiap orangmereka selalu memahami mengapa mereka mengambil keputusan dengan setiap pengalaman unik mereka sendiri. 

to be continue ..