"keretanya tiba-tiba macet, ada pohon jatuh katanya"
"dalam dimensi kerajaan adanya kereta kudakan?"
"tapi dia akhirnya datang, kita mencari tempat bersama-sama, kemudian hujan, gak bisa pulang"
"aku lapaaaar"
"adanya restoran mahal"
akhirnya kembali masuk klinik, diliatin banyak orang, saling cerita rencana kedepan dan saling bercanda, hujannya gak reda-reda, akhirnya saling meminta pendapat pulang atau menunggu hujan,,
"uchi pake jas hujannya aja"
"engga kan km yg didepan"
terus diketawain bapak tukang parkirkan karena terlalu lama berdebat tentang hujan, udah mau cerita itu aja.
mengapa mengikuti setapak yang telah dijejaki sementara kau bisa membuka jalan sendiri? memang di sana tantangan banyak dan bahaya mengintai. Namun apa kenikmatan yang lebih besar selain menemukan tempat-tempat baru yang belum dikunjungi, harta karun baru yang belum diakui? dan ketika orang-orang lain segera membuntuti jejakmu, tahulah kau bahwa usahamu telah berbuah tak hanya bagi dirimu sendiri.
bagian terberat perjalanan adalah perpisahan, kebersediaan meninggalkan masa lalu dengan tiada kepastian dimasa depan. Belajarlah dari dia yang bergantung pada tali keputusasaan dan mengertilah bahwa jawabnya bukanlah dengan terus bertahan melainkan dengan melepaskan genggaman. Lompatan sejati iman membumbung tinggi dengan sayap-sayap harapan serta kepasrahan sederhana.
the hardest part in journey is the farewell - the letting go of the past while still uncertain of what lies ahead.

