Pada zaman dahulu kala diciptakan dua jenis makhluk hidup, perempuan dan laki-laki.
Laki-laki itu sangat banyak yang mengagumi, sehingga wanita-wanita disekitarnya selalu menghitung "saya wanita keberapa".
Laki-laki itu menyimpan perasaan kepada perempuan itu, namun bagaimanapun caranya perempuan itu tidak menyadarinya, tidak mempedulikannya, cuek.
Perempuan itu sangat-sangat menyukai laki-laki itu, tetapi dia diciptakan tidak dapat mengutarakan perasaannya, dan hanya meyakini akan disiapkan yang sangat-sangat terbaik untuknya.
Hingga pada suatu saat, lelaki tersebut berpacaran dengan sahabat perempuan tersebut, perempuan kuat tersebut, sedikit bisa menyembunyikan perasaan sedihnya, sedih sekali.
Besoknya lelaki tersebut memutuskan pacarnya, dan melamar perempuan tersebut.
Laki-laki tersebut adalah Ayah, dan perempuan tersebut adalah Ibu, how romantic they are :).
Kemanapun aku pergi
Bayang bayangmu mengejar
Bersembunyi dimanapun
S'lalu engkau temukan
Aku merasa letih dan ingin sendiri
Ku tanya pada siapa
Tak ada yang menjawab
Sebab semua peristiwa
Hanya di rongga dada
Pergulatan yang panjang dalam kesunyian
Aku mencari jawaban di laut
Ku sadari langkah menyusuri pantai
Aku merasa mendengar suara
Menutupi jalan
Menghentikan petualangan
Du du du
Kemanapun aku pergi
Selalu ku bawa bawa
Perasaan yang bersalah datang menghantuiku
Masih mungkinkah pintumu ku buka
Dengan kunci yang pernah kupatahkan
Lihatlah aku terkapar dan luka
Dengarkanlah jeritan dari dalam jiwa
Aku ingin pulang uhuu
Aku harus pulang uhuu
Aku ingin pulang uhuu
Aku harus pulang uhuu
Aku harus pulang
one question.do you need someone or do you need me? - anonim :)
ini ketinggian maknanya kalo kata lizkita lubis ':))
menikmati susu sapi kota batu bersama, dan puding bikinan mamanya mutia merupakan salah satu sejarah dekat-dekat ini, diceramahin soal kerjaan yang cocok, dan kalkulasi keuangan mutia ternyata jauh lebih baik, nice!
"aku pokoknya gak mau punya anak kayak aku ci"
"lho kenapa?"
"soalnya nakal"
"hahaha"
"aku gak mau sholat, gak mau puasa, gak mau ngaji"
"sampai?"
"kelas 6 SD"
"kelas 6 SD"
"lho kenapa?"
"soalnya nakal"
"hahaha"
"aku gak mau sholat, gak mau puasa, gak mau ngaji"
"sampai?"
"kelas 6 SD"
"kelas 6 SD"
"nanti kesininya jam 8 aja ya, masih nungguin mba-mba"
"oke"
"eh jam 7.15 deh belum selesai"
"sip-sip nyantai aja"
"jam 8.30, maaf ya"
"haha, tenang-tenang"
"yaudah deh sekarang kesini gapapa"
"udah didepan uci"
"haah cepet banget, udah dari tadi nungguin ya pasti"
"sampe gak terasa capeknya ucii"
"oke"
"eh jam 7.15 deh belum selesai"
"sip-sip nyantai aja"
"jam 8.30, maaf ya"
"haha, tenang-tenang"
"yaudah deh sekarang kesini gapapa"
"udah didepan uci"
"haah cepet banget, udah dari tadi nungguin ya pasti"
"sampe gak terasa capeknya ucii"
laki-laki diatas kalo dipikir-pikir laki banget, ibunya pasti keren banget cara ndidiknya









