Recently i read happiness book by Eric Weiner, Eric visit some country and study what make citizens happy. I forget about the page and the country, but he tell nature view in hospital will increase patient quality, i think a lot, and suddenly my hospital use this concept for treadmill room, i pinch my self to make sure that im not dreaming, but i think thats too weird to do it in public, so im trying to be cool :'))
u : mengapa saya harus meresertifikasi sertifikat kompetensi saya?
v : untuk memastikan anda selalu kompeten dalam berpraktek (secara teori)
u : apa syarat yang harus saya penuhi untuk itu?
v : beberapa poin praktek, pembelajaran, dan pengabdian harus mencapai skor yang telah ditentukan
u : dengan cara apa saya bisa memenuhi poin tersebut?
v : poin praktek tentu dipenuhi dengan cara anda bekerja baik pelayanan maupun industri, poin belajar dengan mengikuti beberapa seminar, dan pengabdian tentu dengan melakukan pengabdian seperti bakti sosial
u : jadi jika saya menganggur saya tidak akan mendapat poin praktek?
v : huum
u ; apakah dalam belajar saya harus mengikuti seminar?
v : tentu itu tindakan paling mudah dimana sudah tertera nomor SKP IAI, anda tinggal ikut secara pasif dan mendapat SKP pembelajaran
u : saya kurang fokus belajar dalam seminar. saya lebih suka belajar mandiri karena sesuai kebutuhan yang ingin saya pelajari dan lebih optimal bagi saya, saya juga lebih suka diskusi dengan beberapa apoteker dalam kasus yang serius
v : tetapi siapa yang menjamin anda kompeten setelah belajar mandiri dan diskusi bersama? apa buktinya?
u : tentu kita dapat memberikan beberapa saran dalam beberapa kasus pada pasien setelah saya belajar, jika tidak belajar tentu saya tidak bisa memberikan infomasi/rekomendasi kepada teman medis di RS ataupun kepada pasien
v : itu memang pekerjaan anda sehari-hari di RS
u : kemudian untuk poin pengabdian, apakah saya harus mengikuti baksos? yang singkat dengan bagi-bagi obat seadaanya itu? padahal setiap hari saya bertemu pasien untuk menerangkan obatnya, apakah itu tidak bisa disebut sebagai pengabdian?
v : itu memang pekerjaan anda sehari-hari di RS
u : maaf pernyataan anda sebelumnya, sertifikat kompetensi digunakan untuk menjamin kompetensi saya dengan poin-poin praktek, pembelajaran, dan pengabdian dimana ketiga poin tersebut sebenarnya selalu saya lakukan setiap hari dirumah sakit, rumah sakit membayar saya untuk itu, jadi mengapa saya harus mengahadiri seminar dengan biaya mahal dan ilmu yang tidak spesifik dengan kasus yang ingin saya pecahkan? mengapa saya harus repot-repot menghadiri seminar untuk meningkatkan poin pembelajaran saya bukan ilmu saya, dan mengapa saya harus mengikuti baksos super singkat dengan obat dan informasi seadanya untuk mendapatkan poin pengabdian padahal setiap hari saya menjelaskan obat kepada tidak kurang 30 pasien dengan waktu lebih panjang? Sehingga menurut saya perlu anda pelajari ulang makna kompeten sesungguhnya dengan mengumpulkan poin.
First of all, this article just my point about IAI recently, this is just my opinion yah, if you are disagree, no oration needed yah haha. I know in 'pharmacist world' every simple is complicated, in every step. Graduate and get 'Apt' in your last name doesn't mean you are free to manage your job with your way. Everything need 'bureaucracy'. I always think, this is my life, i know every game have a consequences, but I hate 'smart system - bad person', furthermore 'bad system - bad person'. Bad person refers to not a simple person. I'm hospital pharmacist, every day I meet patients, prepare medicine for them, evaluate their medication, and certainly interact with them. From this statement, we can get the point which is my hospital will pay me if I competent enough to do these Job, right?
v : untuk memastikan anda selalu kompeten dalam berpraktek (secara teori)
u : apa syarat yang harus saya penuhi untuk itu?
v : beberapa poin praktek, pembelajaran, dan pengabdian harus mencapai skor yang telah ditentukan
u : dengan cara apa saya bisa memenuhi poin tersebut?
v : poin praktek tentu dipenuhi dengan cara anda bekerja baik pelayanan maupun industri, poin belajar dengan mengikuti beberapa seminar, dan pengabdian tentu dengan melakukan pengabdian seperti bakti sosial
u : jadi jika saya menganggur saya tidak akan mendapat poin praktek?
v : huum
u ; apakah dalam belajar saya harus mengikuti seminar?
v : tentu itu tindakan paling mudah dimana sudah tertera nomor SKP IAI, anda tinggal ikut secara pasif dan mendapat SKP pembelajaran
u : saya kurang fokus belajar dalam seminar. saya lebih suka belajar mandiri karena sesuai kebutuhan yang ingin saya pelajari dan lebih optimal bagi saya, saya juga lebih suka diskusi dengan beberapa apoteker dalam kasus yang serius
v : tetapi siapa yang menjamin anda kompeten setelah belajar mandiri dan diskusi bersama? apa buktinya?
u : tentu kita dapat memberikan beberapa saran dalam beberapa kasus pada pasien setelah saya belajar, jika tidak belajar tentu saya tidak bisa memberikan infomasi/rekomendasi kepada teman medis di RS ataupun kepada pasien
v : itu memang pekerjaan anda sehari-hari di RS
u : kemudian untuk poin pengabdian, apakah saya harus mengikuti baksos? yang singkat dengan bagi-bagi obat seadaanya itu? padahal setiap hari saya bertemu pasien untuk menerangkan obatnya, apakah itu tidak bisa disebut sebagai pengabdian?
v : itu memang pekerjaan anda sehari-hari di RS
u : maaf pernyataan anda sebelumnya, sertifikat kompetensi digunakan untuk menjamin kompetensi saya dengan poin-poin praktek, pembelajaran, dan pengabdian dimana ketiga poin tersebut sebenarnya selalu saya lakukan setiap hari dirumah sakit, rumah sakit membayar saya untuk itu, jadi mengapa saya harus mengahadiri seminar dengan biaya mahal dan ilmu yang tidak spesifik dengan kasus yang ingin saya pecahkan? mengapa saya harus repot-repot menghadiri seminar untuk meningkatkan poin pembelajaran saya bukan ilmu saya, dan mengapa saya harus mengikuti baksos super singkat dengan obat dan informasi seadanya untuk mendapatkan poin pengabdian padahal setiap hari saya menjelaskan obat kepada tidak kurang 30 pasien dengan waktu lebih panjang? Sehingga menurut saya perlu anda pelajari ulang makna kompeten sesungguhnya dengan mengumpulkan poin.
First of all, this article just my point about IAI recently, this is just my opinion yah, if you are disagree, no oration needed yah haha. I know in 'pharmacist world' every simple is complicated, in every step. Graduate and get 'Apt' in your last name doesn't mean you are free to manage your job with your way. Everything need 'bureaucracy'. I always think, this is my life, i know every game have a consequences, but I hate 'smart system - bad person', furthermore 'bad system - bad person'. Bad person refers to not a simple person. I'm hospital pharmacist, every day I meet patients, prepare medicine for them, evaluate their medication, and certainly interact with them. From this statement, we can get the point which is my hospital will pay me if I competent enough to do these Job, right?
Talk about life, i don't have so many recipe to make you 'happy', really i don't have, why? Because I just ordinary girl. Just do what i can do, just help what i can help. just write what i can write, just read what i can read, just tell what i learn, just sleep when night come and wake up in the morning, just upload some photo what i can take, just walking around city when i choose to have spare time, just stay busy when i have to much job, just breath when i can breath hahaha. and of course don't forget you are not only person in the complicate world, so just be what you want and can to be ;')
May, I got so many lesson in this May. I study about how to manage emotion, I study about why so many adult person that older than me, hmm but l think their 'maturity' not far for me, and vice versa. I study about time, everyone have their own time, and I have my own time. I think im happy enough for this May, I feel complete with what I passionate about, and I think Im falling in love, when you're falling in love, you know ;'p



























