sastra uchi

sejarah

19.50

dia berjalan menelusuri lorong-lorong dibukanya pendidikan dengan kerapian yang begitu mendalam,, sementara gadis dengan lekatan terberantakan itu berjalan dari ujung lorong lainnya,, menegurnya,, saling bertegur sapa,, membuat film kehidupan tanpa antrian penonton,, sore itu mengulang detik bagaimana dia terlambat dan gadis itu mempersilahkannya duduk disampingnya,, pernah mendengaran 365 lembar dilunturkan hujan dan hanya tersisa 1 lembar kosong?,, dan dia menulisnya,,


photo taken by mutia puspita sari

desie suci permata sari
published 280215

sastra uchi

penutup pintu

18.55

penulis-penulis saling mendefinisikan makna senja,, senja mendalam,, senja penuh puing-puing bintang laksana pena-pena pemikiran,, kepada calon penulis dan penulis-penulis kehidupan,, sore ini gadis itu mengajukan penambahan makna senja didalam kamus besar,, sepatu dan ranselnya mengantarnya hingga pintu kepahitan,, rangkaian bunga-bunga kebahagian menawarkan menyentuhnya,, laki-laki 5 cm didepannya,, senja itu ,, mengubah rangkaian sulaman detik-detik perjalanan,, 15 menit dalam 24 jam setiap harinya mengubahkan do'a-do'anya dengan sendirinya,, 


photo taken by mutia puspita sari

desie suci permata sari
published 280215




sastra uchi

tapak

01.47

sekarang bangku-bangku tak nampak lagi,, perahu terus memaksa kehendaknya, pohon-pohon membentuk pagar jalan menyambutnya,, dia menggunakan jalan kecilnya untuk berlari,, setapak bertapak-tapak hidup tak muncul juga,, mimpi bukan,, tidak pernah ada mimpi,, mimpi hanya hak mereka,, aku hampir lupa kamus bermimpi,, jika boleh bermimpi aku bermimpi dapat menjelaskan sempurna apa itu mimpi,, menjelaskan dengan lemahnya seorang gadis diatas ribuan egosentrik mendominasi dunia,, tertawa dalam air mata,, berbangga mengalahkan satu mimpi dengan mimpi-mimpi,, hai penjajah mimpi-mimpi goreskan ulang makna mimpi,, goreskan ulang sepanjang apapun yang kau mau dirumah pohonku ini,, goreskan,, kumohon goreskan,,

photo taken by mutia puspita sari
desie suci permata sari 
published 030215

sastra uchi

hitam

01.13

jari-jari tidak berhenti mengejarnya,, berlomba-lomba dengan kaca mata pasir,, seolah bisu dalam teriak-teriakan nyata,, menerkam tebing-tebing batu,, menenggelamkan diri padahal berdiri,, berendam keringat dalam tidur,, waktu terlalu lama bertanggung-jawab,, matahari berlari awan bersembunyi,, terus-menerus menyembunyikan selayak hal-hal terlindungi,, awan dengarkan aku,, aku tidak berteman lagi dengan air mata,, dia tidak pernah mengenal air mata. Hidupnya terlalu bahagia untuk mendefinisikan bahagia,, bahkan sebenarnya dia tidak pernah bahagia,, dia musuh nyata bagi bahagia begitu juga air mata,, dan mereka semua buta,, apakah perlu teleskop untuk melihatnya?,,

photo taken by mutia puspita sari
desie suci permata sari
published 030215

sastra uchi

cokelat

00.33

keramaian,, ditempat yang dinamakan keramaian,, melebihi 40 malaikat pencabut nyawa pengintai-pengintai tak terlihat,, melebihi selipan tumpukan jurnal-jurnal,, kamera-kamera selalu menghiasi topeng-topeng kehidupan,, gadis kecil itu melepas sepatu kacanya,, menggunakan telapak kakinya di dalam ratusan-ratusan toga-toga mencarinya,,
pria berkaca mata itu nampak duduk di deretan 441,, jauh dibelakang menyaksikan cita-cita dia,, satu-satu mencari,, satu-satu bersembunyi,, detik itu hampir membuat gadis terlarut dalam ombak topeng kebagiaan,, tersenyum ditengah-tengah kebanggaan semu,, sementara dia tersenyum menyaksikan cita-cita tersembunyi berhasil dilalui,, setelah menempuh milyaran km menujunya,, berenang dengan kereta-kereta,, menghabiskan 140 matahari dalam ring bola basket,,definisi waktu tak terdefinisi,, pria itu membuang kaca matanya mengejarnya,,

"seribu tanya sesat didada,, haruskan bimbang meraja,, telah tepis harapanku,, sendiri mencari bayangmu,, kutunggu dirimu selalu kutunggu,, walaupun kutahu kau jauh,, kau jauh,, kutahu kau jauh,,"

photo taken by mutia puspita sari

desie suci permata sari
published 030214

sastra uchi

was is enough for the answer?

08.13

melipat-lipat semua hal yang bisa dilipat,, lipat saja semua lalu selipkan kembali di jemari hatimu,, gadis itu pergi berlari meninggalkan ranselnya,, kameranya,, dia melupakan semuanya,, mencari kereta terakhir,, meninggalkan istananya,, 
Pohon-pohon cemara menemani perjalananya,, perjalanan kosongnya,, seribu orang seperti satu,, otaknya telah memberikan print out dengan lelaki dihadapannya,, seseorang yang merenggut puluhan waktunya untuk berfikir irasional,, membuat istilah logis begitu asing untuk hari-harinya,, memendam beberapa tekanan yang mendalam,, haruskah dipertahankan?,, sementara yang lain menawarkan menembang melodi-melodi terindah,, saling bertukar lembaran-lemabaran surat,, menjaga dirinya,, menawarkan kesetian mendalam tanpa mengucapkan,, membuat cermin nyata bahwa dalam dia hidup dirinya,, butuh berapa waktu lagi untuk menjawabnya?,,

sastra uchi

note

04.35

daftar nama hujan tidak pernah berhenti,, tetesan tinta belum berakhir dan dapat tertebak hingga tetesan berakhir hujan masih dengan nada yang sama,, aku bukan peramal tekankan itu,, aku hanya mempunyai gambaran luas,, jangankan tentang semua alasan-alasanmu,, tentang keberadaanmu disudut kota inipun aku tahu,, menungguku?,,

aku hanya berusaha menyembunyikan dari satu,, dua,, tiga,, seribu pencetak pemikiran,, surat kabar berbentuk angin,, tanpa harus membeli didengarkan,, aku tidak ingin mencetak sejarah kita disana.
Sore ini aku membawa sepedaku berlari-lari,, apalagi alasannya selain menemui penjemput perahu kita diujung samudra,, kamupun begitu,, hanya tertawa mengabiskan makananmu menungguku,, jika dapat diterawang,, ini hujan dan sayap bungaku tertenun dalam 1 detik,, mendengaran semua alasan-alasanmu dibawah pohon,, aku suka,,

desie suci permata sari
22 januari 2015