![]() |
| meneliti demi gelar akan berdampak pada gambar diatas |
| meneliti untuk mimpi adalah seperti ini :))) |
the small and the larger fish in the sea,, and we wanna know why? marry kita lihat istana lain disana :'))
halo bunga matahari, hari ini pasti kamu kaget melihatku mengenakan gaun? Gaun putih impian setiap putri, walaupun dengan berat hati kukatakan aku bukan seorang putri, belum ada satu pangeranpun yang mengetahui bahwa aku adalah seorang putri,, aku kali ini sengaja menggunkan gaun ini,, sengaja,, karena hari ini aku akan pulang kekerajaanku. sebuah tempat dimana imaginasi-imaginasiku adalah teman-temanku,, melihat kurcaci-kurcaci,, lampion-lampion,, semua harapan kemerdekaan hati,, sulaman mimpi-mimpi,, hei aku ingin memberi kabar kini aku telah menemukan jiwaku kembali,, aku mau memberi kabar aku sudah menemukan kerajaan keduaku,, aku sekarang bisa hidup disini,, kerajaan jauh nan teduh dikota terik matahari ini,, aku bisa disini,, aku tidak akan mengeluh lagi,, aku berhasil membangun kerajaan baru,, kerajaan kecilku,, terimakasih ya Allah Tuhanku yang selalu menunggu cerita-ceritaku,, terimakasih :')))
17 desember 2014
Farmasi Basement Fakultas Farmasi Universitas Indonesia
haha habis blogwalking dengan laptop baru,, hasil jerih payah menulis tentunya dongs :'>
ujian ujia ujian sebenernya yang bener-bener lagi diuji ini adalah masalah keimanan,,
kata mbak marlina
"fokus pada diri sendiri dan goal,, bukan pada lawan,, begitu cara bersaing bung! Menang tanpa menghadang,, mencapai puncak tanpa menjatuhkan."
semangat uchi jangan stress please udah deket tanggal pernikahan ini <oh,, ya?>
Dilorong-lorong imaginasi-imaginasi, lorong
imaginasi, tak satu orangpun dapat mendefinisikan hal yang sama, imaginasi
setiap orang terlalu kaya, hingga ditemui sedikit sekali yang dapat menjual
imaginasi mereka, imaginasi-imaginasi terkadang tak berteman, saling
ber-antagonis imaginasi satu dengan lainnya, hingga imaginasi sains yang
memenangkannya, semua imaginasi seolah diam ketika sains berbicara. Apapun
tentang sains seharusnya aku menyebutnya itu bukan imaginasi, mereka hanya
membuktikan mana imaginasi terhebat, mereka berproses, berlomba-lomba, penuh
penderitaan hanya untuk membenarkan salah satu diantara ribuan imaginasi. Apa
yang terjadi jika secara tiba-tiba scientis muda pencinta biomolekuler ini
mengambil psikologi untuk menetralkan pertengkaran DNA dalam hatinya?


